5 Solusi Penghilang Pahala Puasa Ramadhan

5 Solusi Penghilang Pahala Puasa Ramadhan – Saudaraku sesama muslim dibulan istimewa ini kita akan kerap kali dijejali dengan ceramah dan tausiyah. Tak hanya di tempat-tempat seperti masjid dan musholah di media masa bahkan di internet banyak kita jumpai qultum yang bagus-bagus. Tinggal kita yang difasilitasi sedemikian rupa semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin dan sebelum-sebelumnya.

Tak ada salahnya jika kita membaca kelanjutan 5 Solusi Penghilang Pahala Puasa Ramadhan mungkin dengan kajian ini hati kita akan sedikit terbuka amin…

Kerap kita melupakan maksud paling utama Puasa Ramadhan serta repot mengurus beberapa hal remeh yang malah kurangi bahkan juga menyingkirkan pahala puasa. Karenanya sebaiknya kita mengingat kembali hakekat paling utama puasa serta hindari beragam perkara yang bisa menghambat atau jadi pembasmi pahala puasa Ramadhan kita.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

{” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana (telah) diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa “} (Q.S.: Al Baqarah [183])

Dalam ayat ini Allah SWT menetapkan kewajiban puasa atas beberapa orang yang beriman tidak ada lain dengan maksud supaya beberapa orang beriman jadi pribadi-pribadi yang bertakwa. puasa adalah bentuk beribadah laksana madrasah kejujuran. Orang yang melakukan puasa sesungguhnya memiliki kekuatan serta peluang untuk makan serta minum di siang hari dengan cara sembunyi-sembunyi. Lalu dia bisa berpura-pura kembali tengah melakukan puasa tidak ada seseorang manusia juga yang tahu.

Namun bagi orang yang bertakwa, dia akan lulus ujian ini karena selalu merasa bahwa dirinya diperhatikan oleh Dzat yang Maha Mengawasi. Sehingga dia akan selalu berusaha melaksanakan perintah Dzat yang menciptakannya dan menjauhi apapun yang dilarangNya. Apalagi jika mengingat sebuah hadis yang diterima dari Shahabat Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah saw bersabda: {” Barangsiapa berbuka (dengan sengaja) satu hari pada siang hari bulan Ramadhan tanpa rukshah (kebolehan menurut syari’at) atau sakit, maka tidak akan dapat menggantinya walaupun berpuasa sampai akhir hayatnya “}.

Maksud hadis ini menurut beberapa besar pakar fiqih adalah bila seorang dengan berniat membatalkan puasanya tanpa ada argumen yang dibenarkan jadi meskipun Ia menggantinya seumur hidup jadi Ia tetaplah akan tidak peroleh keberkahan serta keutamaan puasa Ramadhan. Sungguh kerugian yang begitu besar, kerugian diatas kerugian.

Sedang kondisi golongan muslimin jaman saat ini, bakal perkara membatalkan puasa ramadhan telah demikian memprihatinkan. Mereka tak segan serta tanpa ada fikir panjang membatalkan puasanya cuma dengan argumen remeh. Tercantum pada kartu jati dirinya kalau agamanya Islam tetapi keislamannya telah lama mati, tengah dia masih tetap menganggap dianya muslim. Jikalau dia berpuasa, jadi puasanya tidak bisa membentengi dianya dari perbuatan dosa serta maksiat.

Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. Bersabda: {” banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali lapar dan haus, dan banyak orang yang bangun (shalat) pada malam hari tetapi tidak memperoleh apa-apa dari shalatnya kecuali letih (karena berjaga malam) “}. (Hr. Ibnu Majah, Nasai dan Ibnu khuzaimah).

Ada setidaknya 5 perkara penting yang harus dijaga sekaligus solusi agar penghilang pahala puasa Ramadhan tidak menghampiri. Berikut ini :

1. Menjaga pandangan

Rasulullah saw. Bersabda: {” pandangan adalah satu anak panah dari panah-panah syaiton. Barangsiapa yang takut kepada Allah, hindarilah melihat maksiat. Maka Allah akan mengkaruniakannya cahaya iman yang kemanisan dan kelezatannya akan terasa di hati “}.

Dengan melihat hal-hal yang dilarang, maka hati cenderung menyukainya dan diri cenderung ingin melakukannya. Sedang di zaman yang serba canggih sekarang ini, sambil menunggu waktu berbuka, mata lebih disibukkan melihat hal sia-sia yang disuguhkan media televisi. Nau’dzubillahi min dzalika.

2. Menjaga lisan

Dosa akibat lisan bukan hanya dilakukan golongan awam pada pertemuan-pertemuan dunia, namun banyak juga dilakukan orang alim dengan tanpa sadar. Suatu ketika Rasulullah saw. melihat beberapa orang kemudian beliau bersabda: ”cungkillah gigi-gigi kalian”. Mereka berkata: ”hari ini Kami tidak memakan daging apa pun”. Rasulullah Bersabda:” daging si fulan telah melekat pada gigi-gigi kalian”.

Maksudnya mereka telah membicarakan keburukan si fulan. Allah SWT telah mengungkapkan dalam Al Qur’an bahwa orang yang berbuat ghibah laksana tengah memakan daging saudaranya sendiri yang telah mati. Salah seorang sahabat bertanya : ”apakah ghibah itu?” Rasul menjawab: “ Membicarakan sesuatu tentang saudaramu yang tidak Ia sukai dibelakangnya”. Sahabat kembali bertanya : ”Apakah masih dikatakan ghibah jika yang saya bicarakan itu memang terdapat pada dirinya?”. Rasul menjawab: Jika benar demikian maka itulah ghibah sedangkan jika yang kamu katakan adalah dusta maka kamu telah memfitnahnya”. Selain ghibah, kita juga harus menjaga lisan dari dusta, berkata sia-sia, mengumpat, berkata kotor, berkata kasar dalam pertengkaran dan lain sebagainya.

3. Menjaga telinga

Perkataan yang tidak boleh diucapkan oleh mulutnya, maka mendengarnya dari orang lain pun tidak boleh. Jika lisan sudah dijaga maka jagalah juga telinga kita dari mendengarkan hal-hal yang makruh. Jika tanpa sengaja kita berada pada kumpulan orang-orang yang sedang berghibah, maka apabila tidak mampu mengingatkan lebih baik kita undur diri dengan cara yang baik. Rasulullah saw bersabda: {” Dalam hal mengumpat, maka orang yang mengumpat maupun yang mendengarkannya sama-sama berdosa “}.

4. Menjaga jasad

Jauhkanlah diri kita dari hal-hal maksiat dan dosa, apalagi menjadikannya sebagai kebiasaan yang mendarah daging. Jika seseorang melakukan suatu dosa maka sebuah titik hitam akan muncul di hatinya, jika Ia bertaubat maka titik hitam itu pun akan hilang. Namun jika Ia melakukan perbuatan dosa terus menerus maka titik hitam semakin bertambah sehingga hatinya benar-benar berubah warna jadi hitam. Untuk itu jagalah jasad kita dari perbuatan dosa jangan sampai tangan menyentuhnya dan jangan sampai kaki melangkah ke arahnya.

5. Menjaga makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut

Tentang makanan serta minuman, jadi kehalalannya mesti senantiasa kita cermati. Sahur serta berbuka dengan makanan serta minuman haram seperti seorang yang menanggung derita sakit lalu meminum obat yang digabung toksin. Meskipun Ia bakal peroleh faedah dari obat itu, tetapi toksinnya bakal membinasakan diri.

Selain itu, banyak makanan serta minuman yang masuk mulut juga tak kalah utama untuk dijaga. Tak ada suatu hal yang lebih dibenci Allah swt pada suatu hal yang di isi penuh terkecuali seorang yang isi perutnya dengan makanan. Sekian, mudah-mudahan uraian yang singkat ini dapat menghindari diri kita dari perkara pembasmi pahala puasa Ramadhan. Allahu’alamu.

5 Solusi Penghilang Pahala Puasa Ramadhan | andriani | 4.5