Bersiap Menyediakan Menyambut Ramadhan Penuh Berkah

Bersiap Sedialah Menyambut Ramadhan Penuh Berkah – Saudaraku sesama muslim dibulan istimewa ini kita akan kerap kali dijejali dengan ceramah dan tausiyah. Tak hanya di tempat-tempat seperti masjid dan musholah di media masa bahkan di internet banyak kita jumpai qultum yang bagus-bagus. Tinggal kita yang difasilitasi sedemikian rupa semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin dan sebelum-sebelumnya.

Tak ada salahnya jika kita membaca kelanjutan Bersiap Sedialah Menyambut Ramadhan Penuh Berkah mungkin dengan kajian ini hati kita akan sedikit terbuka amin…

Tidak merasa hari untuk hari berlalu demikian cepat serta Ramadhan juga telah nyaris mendekati. Bln. yang penuh keberkahan dan pahala yang melimpah bakal selekasnya tiba. Keutamaan-keutamaan bln. ramadhan telah semestinya mendorong kita untuk mencapai beragam keutamaan itu bahkan juga lewat cara mati-matian meskipun. Tetapi banyak maksiat serta telah hilangnya kecemburuan pada pahala agama yang dicapai orang lain jadikan diri lupa dalam berikan perhatian pada bln. yang mulia ini. Karenanya, wahai diri yang lupa, bangun! bersiap sedialah menyongsong ramadhan atau cuma kerugian yang bakal didapat sepanjang ramadhan.

Dari Ubadah bin Shamit r. a. sebenarnya disuatu hari saat Ramadhan nyaris tiba, Rosululloh SAW besabda : {” Sudah datang padamu bln. Ramadhan, di mana Allah turunkan keberkahan, melimpahkan rahmat serta mengampuni dosa-dosamu, terima do’a-do’amu, lihat atas perbuatanmu serta membanggakanmu dihadapan malaikat. Jadi tunjukkanlah pada Allah SWT kebaikan-kebaikanmu. Sebenarnya orang yang celaka yaitu dia yang terhambat dari rahmat Allah pada bln. ini. “} (HR. Thabrani)

Begitu Rasul sudah memberi berita senang berkaitan bln. Ramadhan. Peluang di mana kita dapat memperoleh barokah serta rahmat sebanyak mungkin seperti seseorang petani yang memanen hasil kebun melimpah ruah. Peluang di mana seseorang pendosa bakal mendapatkan ampunan atas tobatnya karna Dzat yg tidak pernah menyalahi janji menjanjikan hal semacam itu. Peluang di mana do’a-do’a di terima oleh Robb yang maha mengabulkan do’a. Di mana muslim yang banyak beramal shalih bakal dibanggakan dihadapan beberapa malaikat, mahkluk Allah yang selalu melaksanakan ibadah serta tunduk taat bakal perintah Robbnya.

Bila kita tinjau rutinitas beberapa ulama jaman dulu, mereka selalau siap sedia dalam menyongsong bln. Ramadhan. Mereka sadar kalau sampainya usia di bln. Ramadhan yaitu ni’mat tidak terhingga untuk seseorang muslim. Mereka mempunyai semangat tinggi untuk berlomba dalam usaha beramal shalih tambah baik dari orang lain.

Satu diantara ulama yang terdaftar dalam kitab Fadhail A’mal yaitu Maulana Khalil Ahmad. Beliau membaca seperempat juz Al Qur’an dalam shalat nawafil sesudah maghrib meskipun keadaannya telah tua serta lemah. Saat untuk tidur cuma beliau sempatkan sekitaran 2 atau 3 jam. Selebihnya, beliau repot dalam tahajud serta membaca Al Qur’an. Selepas subuh beliau ada dalam keadaan muroqobah hingga saat isyraq. Bacaan Al Qur’an serta kitab-kitab agama senantiasa penuhi setiap harinya selain tasbih, tahmid, takbir serta istigfhar.

Oleh karena itu selekasnya bersiap sedialah menyongsong Ramadhan dengan mencontoh rutinitas baik itu. Janganlah jadi diri yang lupa yg tidak memerhatikan proses beberapa beribadah fardhu di bln. yang penuh barokah serta tak memerhatikan berapakah banyak penambahan dan menambahkan dalam beberapa beribadah nafil kita.

Kenyataan tunjukkan, bila Ramadhan tiba yang ada dipikiran kita yaitu susahnya dalam sediakan beragam makanan sahur dan berbuka untuk anggota keluarga. Telah terbayang biaya keuangan bakal membengkak, belum lagi cost yang perlu di keluarkan untuk beli pakaian baru yang bakal dipakai waktu hari raya Fitri.

Tiba hari pertama bln. Ramadhan, kesibukan makan sahur yang bikin kita bangun lebih awal bikin kantuk menempa pada saat Subuh. Hasrat untuk tidur sesudah sahur juga dituruti hingga ketinggalan shalat subuh berjamaah. Mendekati siang, lapar serta dahaga jadikan badan merasa lemas, jangankan melakukan amalan nafil, amalan fardhu juga ditangani dengan penuh rasa malas. Saat pada akhirnya saat berbuka datang, sunnah Nabi yang memprioritaskan berbuka dengan air atau suatu hal yang manis seperti kurma dalam jumlah yang tidaklah terlalu banyak dengan berniat diselisihinya. Beragam makanan serta minuman masuk kedalam mulut tidak ada rem. Shalat Magrib serta Isya juga ditangani seadanya akibat perut penuh kekenyangan.

Keadaan ini selalu berlanjut sampai Ramadhan yang mulia berlalu tanpa ada meninggalkan pahala baginya terkecuali cuma lapar serta dahaga. Tiba hari raya ‘Idul Fitri, tiba juga waktunya untuk menunjukkan pakaian baru nan mahal di hadapan khalayak ramai. Rasa senang yang ada cuma hanya keceriaan karna banyak makanan serta golongan kerabat yang berkumpul. Sungguh keceriaan semu karna segalanya itu bakal hilang serta pergi juga selanjutnya. Yang ketinggalan hanya catatan kosong pada lembaran-lembaran kitab amal kita.

Jadi wahai diri yang lupa, bangun! Bersiap sedialah menyongsong Ramadhan yang penuh barokah ini serta jangan pernah kita termasuk pada orang yang celaka. Orang yang berjumpa dengan bln. ramadhan, tetapi tak diisinya dengan amal-amal shalih hingga dia terhambat dari rahmat Allah. Jadi berazamlah dalam hati kalau Ramadhan kesempatan ini akan tidak dilewatkan berlalu dengan percuma. Tekadkan dengan kuat kalau mulai buka mata sampai tutup mata di hari pertama sampai hari paling akhir bln. Ramadhan bahkan juga hingga Ramadhan berlalu bakal senantiasa dihiasi dengan beragam kebaikan.

Sekian tulisan yang singkat ini, mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberi taufik pada kita semuanya terutama pada beberapa pembaca, hingga bisa menuai faedah darinya.

Bersiap Menyediakan Menyambut Ramadhan Penuh Berkah | andriani | 4.5